kisah cintaQ
kisah cintaQ
berbicara dengan cinta merupakan hal yang sangat umum buat kita,,
mungkin sebagian besar manusia yang sudah mengalami fuber pasti pernah
mengalami jatuh cinta…
ini kisah cintaQ,,,
sejak saya SMU saya sering mendengar “jatuh cinta” tetapi saya tidak pernah jatuh cinta,,,
ga taw klo memang di sekolah saya ga ada yang bisa membuatku merasakan cinta,,,,
sampai saya kuliah satu tahun di salah satu universitas negri di medan ,
saya tetap tidak menemukan hal yang spesial tentang cintaQQQ….
sampai akhirnya saya, pindah kuliah ke salah satu politeknik informatika di sumatera utara…
ketika pertama kali saya datang ke kampus tersebut,,
saya pernah melihat sorang gadis yang berpakaian merah,datang menuju aku ,,
,,,,
saya sempat merasa ini cew maniesssss,,,,
tapi saya hanya merasakan itu sejenak dan akhirnya lewat begitu saja,,,
sampai ketika hari pertama kuliah yang di mulai dengan semacam MOS,,
kepala plontos datang dengan tenang ke tempat
dimana mahasiswa baru yang lain juga berkumpul disana,,
dengan tidak merasa bersalah saya datang dengan tenang,,dan melihat kearah semua,,
dengan kata sambutan “dari mana kaw??”kata seorang senior kepada saya,,
puh up cepat sepulu kali,,
[saya heran karena inipertama kali saya merasakan mos kayak gini]tapi dengan wajah y
ng santai wah ini makanan saya ini push up heheheh,,,,kata hatiQ
setelah itu,saya disuruh bergabung dengan yang lain ….
tanpa sengaja saya melihat ke arah kiri saya,,
saya melihat seorang gadis gendut,,mata bulat, rambut di kepang berapalah,,baju bergaris hitam putih klo ga salah waktu itu,,
tapi ntah knapa saya terus curi2 pandang ke dya,,
selama acara pgca selama 4 hari mata saya selalu tertuju ke dya,,
saya mulai penasaran,,,
setelah acara pgca,,saya langsung akrab ke dya,, tapi saya belum merasakan cinta,,
hanya masih penasaran saja,,,,
suatu ketika saya merasa kesepian dan pengen di dekat dia,,sampai suatu malam saya tidak masuk
ke lab komputer untuk memikirkan itu,,,
saya merenungkan dan takut akan jatuh cinta ke dya,,,
sampai akhirnya saya memutuskan mengurangi frequensi kebersamaan dengan dya,,
saya memutuskan untuk pidah meja makan yang sebelumnya saya satu meja makan ama dya,,,
tapi dengan keputusan yang ku ambil saya mulai gelisah dan bingung knapa mesti begini,,
pengen menjauh dari dya tapi hati ini ingin selalu bersamanya….
kupendam rasa ini selalu,, dan hanya melihat dia dari kejauhannn,,
tanpa ku sadari salah satu teman dekat saya ternyata jatuh cinta juga sama dia,,
dan saya mengetahuinya ketika dia mengatakan nya kepadaku,,
dengan muka yang biasa2 saja untuk menutupi itu semua saya menjawabnya bagus itu,,
tembakk aja lah,,kataku,,,tetapi didalam hati wah gimana nih,,klo mereka jadiannn,,,
setelah beberapa bulan kemudian tepatnya pada semester3,,,
semester 2 akhir,,
klo ga salah itu hari kamis,,,karena saya tidak berani mengungkapkannya langsung,,
saya mengirimnya email mengenai perasaan saya ke dya,,,
setelah saya mengirimkannya saya sudah mulai cemas,,
gimana yach klo dia tawwwwww,,,,
waduh,,saya mulai gelisah tak menentu,,
pada esok harinya,,pas malam di lab,,
dia memanggilku,,
dan mengatakan “saya sudah membaca email mu,,,”
dengan rasa gugup,,denyut jantung meulai memuuncak,,,,
saya senyum,,,
“saya terkejut *** koq bisalah kaw suka samaQ” katanya,,,
tapi saya hanya menjawab saya tidak taw knapa bisa,,
kenapa saya mesti jatuh cinta samamu,,
tapi inilah yang saya rasakan,,
perasaan ini sudah lama saya pendammm,,
mulai pertemuan pertama di PGCA,,tapi saya berusaha untuk menyembunyikannya tetapi saya tidak bisa,,,
,,,,
“saya bingung ****, mo bilang apa lagi,,,” ungkapnya
perbincangan kami berakhir tanpa ada keputusan yang jelas,,,,
semester 3,, pas hari jumat,, saya mengungkapkannya lagi tetapi dya menolak saya dengann alasan,,masih mo fokus kuliah,,
tetapi dengan hati yang sabar saya masih menerima jawabannya dengan logika,,
seminggu berlalu saya mendengarkan dari teman dekat saya,,
bahwasanya dya sudah jadian dengan orang yang saya cintai,,
saya hanya berkata “ohhh mantaplah apara”,, jagalah dia baik2 yach apara,,
padahal hati saya sudah remuk dan hancur,,,,,
tak tahan menahan rasa sakit nya hati ini,,saya mulai merokok dan mabuk2 an,,,,
yang paling sakit ketika saya melihat mereka mesra2 an ,,main game bersama,,
dari belakang komputer saya,,
sampai akhirnya saya buat pelarian dengan pacaran ama orang lain yang tidak saya cintai,,
2 bulan berlalu saya putus dengan pacar baru saya,,karena merasa bersalah tidak menyayanginya,,
setelah beberapa lama kemudian dia putus,,dan saya mulai lagi mengejarnya,,,,
tetapi ketika semester 5 saya dan dya tidak satu kelas lagi,,
dia jurusan information system dan saya Network management,,,
frequensi kebersamaan sudah mulai berkurang,,
disaat itu juga ada teman saya lagi yang suka ama dya,,,
wah memang beginilah kisah cintaQ habis perjuangan yang satu datang lagi pesaing yang satu lagi,,
itupun dari teman akrab lagi,,,
tapi wah gpp bersaing sehat,,,namanya aja cinta harus ada rintangan,,
akhirnya saya dengar orang itu mulai dekat dan melebihi kedekatan saya dengan dia,,,
masa2 ini merupakan masa2 yang sulit,,,,
semester6 [hal secret yang didak bisa di ceritakan],,,,
setelah lulus dari D3 saya mulai merencakan mengenai pekerjaan,,,
akhirnya saya pergi ke jakarta dan masih tetap untuk menjalin komunikasi dengan dia,,
suatu saat tepat nya bulan november,,dya ganti no dan aku tidak taw lagi untuk menghubungi nya,,
sampai,,pada waktu ulang tahunnya saya hanya bisa mengucapkannya melaluli comment di fs,,,
suatu ketika saya bertemu di kosan saya sebelum saya pindah,, dya kesana menjumpai sahabat dekatnya,,
pas pertemuan itu hanya ada kata ehhhh,,dan salaman dan saya mulai segan bertatapan muka dengannya,,
nah seperti itulah pertemuan kami ketika di jakarta sebelum masa hari ulang tahunku,,
dia menelpon dan q telpon balik,,
ngomong2 dan akhirnya perasaan saya kembali tumbuh mencuat lagi,,
pada tanggal 14 feb 2008 pas hari valentine day,,sebelum kerja saya sempatkan ke kosannya untuk memberikan hadiah
valentine day
,,
seekor boneka babi,dan coklat,,
setelah itu saya balik lagi kerja,
pada saat malam nya saya nelpon dan saya bilang masih adakah kesempatan buatku untuk mu,,
tapi dia bilang jangan lagi bahas mengenai itu,,
sampai akhir dari pembicaraan itu membuat saya putus asa,,,
tpi saya masih bersemangat masih ada harapann,,,,
pada bulan maret saya bertugas di luar kota sampai saat ini masih[tulisan ini ku buat],,
satu bulan pertama komunikasi masih lancar,,
dan saya juga berusaha memastikan cinta saya kepadanya dan mengungkapkannya lagi,,
dan hasilnya masih seperti itu lagi,,
wah gimana yachh,,
saya mulai merenungkan dan harus membuat keputusan secepatnya,,
melupakannya ataw masih tetap berusaha,,
nah sayarat memilih untuk melupakannya walaupun masih sangat berat untuk itu,,
saya menghentikan untuk menghubunginya lagi,,
menghapus file semua mengenai dia,
mulai dari tulisan yang ku buat,fotonya,foto bersamanya semuanya daaaaa,,
sebulan berlalu saya mendengarkan kabar dari kawan2 bahwa satu apara[teman baik dan sudah q anggap jadi keluarga]
jatuh cinta lagi dengan nya,,
aduuhhhhh,,
apakah nasib saya harus begini terussssss,,,
tapi saya tetap tegar,,,,,
pada bulan agustus awal saya kembali ke jakarta selama 4 hari,,
disitu saya sering bersamanya
hampir setiap malam,,
saya mulai senang,ada harapan lagi,,
baru kali ini diia memintaq untuk datang ke kosannya,
hari2 yang sangat menyenangkan,,
saya juga berencana untuk mengungkapkannya lagi ,,
tapi saya takut akan berakhir dengan jawaban yang sama,,dan memutuskan untuk menahannya dulu,,
bulan september adalah pergumulan yang sangat berat,,
saya membaca chating teman saya dengan dia, dan dari situ saya mengetahui bahwasanya dia telah bertunangan,,
hancur hatiku,remuk jiwaku,,
putus asa,,
kerja tak semangat,,
patah semangat,,
saya merenungkannya dan membuat komitmen didalam hati saya,,
dia telah memilih untuk bersamanaya,,
baiklah saya akan melepaskan mu dan berdoa untukmu supaya kamu berbahagia dengan orang yang telah kamu piliih untuk pendamping hidup mu,
dan akhirnya saya membuat komitmen didalam diri saya
“all is over, the struggle is beginning,my life is my breath”
dan seraya saya berdoa agar Tuhan memberikan ketegaran kepada saya dan berdoa juga buat dia”
“tiba saatnya dimana saya harus berhenti mencintai nya
dan mengejarnya karena saya menyadarinya
bahwa dya itu akan lebih berbahagia apabila saya membiarkannya untuk memilih hidupnya sendiri”